Kumpulan Materi Sejarah, Wisata dan Artikel Menarik Lainnya

10 Partai Politik Pada Awal Kemerdekaan Indonesia

Partai Politik Pada Awal Kemerdekaan - Ada 7 partai politik yang berdiri setelah Indonesia merdeka, proses pembentukan partai baru pada awal pemerintahan Indonesia sesuai dengan maklumat Pemerintah No. X tanggal 3 November 1945. Sebelum adanya maklumat tersebut, hanya ada satu Partai Politik yang diakui yaitu PNI (Partai Nasional Indonesia). Latar belakang dibentuknya partai politik baru disebabkan karena ketidakpuasan tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang kemudian merasa perlunya membentuk beberapa partai politik secara resmi setelah kemerdekaan berlangsung. Tujuan pembentukan partai politik baru pada awal kemerdekaan adalah sebagai wadah penyalur aspirasi rakyat Indonesia.

Partai Politik Pada Awal Kemerdekaan

Partai Politik Pada Awal Kemerdekaan Indonesia
Berikut ini partai politik yang muncul pasca dikeluarkannya maklumat No.X tertanggal 3 November 1945, meliputi :

1. Partai Masyumi

Partai Majelis Syuro Muslim Indonesia merupakan partai politik Islam terbesar era zaman liberal. Dibentuk pada 7 November 1945, pernah menduduki posisi nomer 2 dalam pemilihan umum tahun 1955, sehingga mendapat jatah 57 kursi di parlemen. Saat itu Masyumi memperoleh 20,9 % suara dengan total sekitar 7.900.000 pemilih. Namun, pada tahun 1960 keberadaan partai ini dilarang oleh Presiden Soekarno, diduga karena terlibat dalam Pemberontakan PRRI.

2. Partai Sosialis Indonesia

PSI adalah partai politik berhaluan kiri yang menganut ideologi sosialisme, berdiri pada tanggal 12 November 1945. Pendiri sekaligus ketuanya bernama Amir Syarifuddin.

3. Partai Nasional Indonesia (PNI)

PNI berdiri pada tanggal 4 Juli 1927, merupakan partai tertua di Indonesia. Pada awalnya, nama yang digunakan adalah Perserikatan Nasional Indonesia, diketuai oleh Dr. Tjipto Mangunkusumo. Partai Nasional Indonesia pernah memenangkan pemilu pada tahun 1955, seihngga mendominasi kursi parlemen.

4. Partai Marhaen Indonesia (Permai)

Pada awalnya bernama Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia, sudah dirintis sejak tanggal 17 Desember 1927. Namun secara resmi mendeklarasikan sebagai partai politik pada tanggal 17 Desember 1945, pelopornya antara lain : Iwan Kusumasumanteri, JB Assa, Sk Werdoyo dan Ir Lono.
5. Partai Rakyat Sosialis (PRS)

Tokoh pendiri Partai Rakjat Sosialis adalah Sutan Syahrir, berdiri pada tahun 1945. Namun pada bulan Desember di tahun yang sama, PSI bergabung dengan Partai Sosialis Indonesia yang kemudian membentuk Partai Sosialis. 

6. Partai Buruh Indonesia

Awalnya merupakan Barisan Buruh Indonesia, berdiri pada 15 September 1945 melalui kongres yang dilakukan pada 9 November 1945. Setelah kongres, BBI kemudian menyatakan sebagai partai politik dengan nama "Partai Buruh Indonesia". Ketuanya bernama Stiadji, salah satu tokoh yang pernah diasingkan oleh Belanda.

7. Partai Kristen Indonesia

Parkindo (Partai Kristen Indonesia) secara resmi berdiri pada tanggal 10 November 1945. Diketuai oleh Dr. Ir. W.Z. Johanes dan sekertarisnya bernama Maryono. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, tepat pada tanggal 10 Januari Parkindo difusikan kedalam PDI Partai Demokrasi Indonesia.

8. Partai Katolik Republik Indonesia

Partai Katolik sudah ada sejak tahun 1917, namun secara resmi berdiri sebagai partai politik pada tanggal 12 Desember 1945 di Yogyakarta. Didirikan oleh umat Katholik Jawa yang dipimpin oleh FS Harijadi.

9. Partai Rakyat Jelata

Sutan Dewanis merupakan tokoh sentral berdirinya Partai Rakyat Jelata pada tanggal 8 November 1945, sekaligus menjabat sebagai pemimpin/ketua. 

10. Partai Komunis Indonesia

PKI memang sudah ada sejak tahun 1920an, namun saat itu belum secara resmi berdiri sebagai partai politik, baru pada tanggal 7 November 1945 dengan diketuai oleh Mr Mohammad Yusuf Partai Komunis Indonesia secara resmi dibentuk. Baca : Latar Belakang Berdirinya Partai Komunis di Indonesia
Baca Juga :
  1. Sejarah Lengkap Organisasi Budi Utomo
  2. Pembentukan Pemerintah Darurat RI di Bukittinggi

Share ke teman kamu:
Tags :

Related : 10 Partai Politik Pada Awal Kemerdekaan Indonesia