Kumpulan informasi menganai sejarah dan tempat wisata di Indonesia maupun Dunia.

Isi Perjanjian Padang Tahun 1825 Beserta Latar Belakangnya

Sejarah dan Isi Perjanjian Padang - Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai salah satu perjanjian yang terjadi di Indonesia khususnya di Sumatera Barat. Apa itu perjanjian padang? Pengertian perjanjian padang adalah perjanjian antara Kaum Padri dengan Belanda yang terjadi pada masa perang Padri di Sumatera Barat. Seperti yang kita ketahui bahwa perang Padri merupakan perang besar yang terjadi di Sumatera, tokoh besar dan terkenal dalam perang ini ialah Tuanku Imam Bonjol.


Pada artikel sebelumnya mengenai sejarah perang Padri, disitu dijelaskan bahwa perang ini merupakan perang yang memiliki pengaruh besar terhadap persebaran agama Islam di Pulau Sumatera. Perang ini terjadi pada abad ke 18 dan berlangsung lama sampai 3 fase peperangan. Upaya untuk melakukan gencatan senjata atau perdamaian pun dilakukan demi mengakhiri perang. Akhirnya dibuatlah beberapa perjanjian damai, salah satunya perjanjian Padang.

Isi Perjanjian Padang

Latar Belakang Perjanjian Padang

Apa sebenarnya yang menjadi sebab terjadinya perjanjian Padang? Latar belakang perjanjian Padang disebabkan karena Belanda gagal dalam penyerangan pada fase pertama Perang Padri, sehingga upaya untuk melakukan perjanjian damai perlu dilakukan. Sebelumnya, Belanda telah melakukan perjanjian dengan kaum Padri melalui Perjanjian Masang, tetapi dalam perjanjian tersebut Belanda menghianati kaum Padri. Oleh sebab itu pada perjanjian selanjutnya yakni perjanjian Padang, kaum Padri menjadi lebih berhati-hati terhadap Belanda.

Lantas strategi apa yang dilakukan oleh Belanda untuk membujuk kaum Padri dalam Perjanjian Padang? Usaha yang dilakukan Belanda yaitu melakukan kontak dengan para tokoh besar kaum Padri. Usaha ini dilakukan oleh penguasa sipil dan militer di Sumatera Barat bernama Kolonel De Strues untuk dapat melakukan perjanjian damai sehingga dapat menghentikan peperangan.

Baca Juga :

Isi Perjanjian Padang

Apa saja isi perjanjian Padang? Setelah Belanda gagal membujuk kaum Padri untuk melakukan perundingan damai yang kedua ini, Belanda kemudian meminta bantuan kepada seorang saudagar keturunan Arab bernama Sulaiman Aljufri. Pihak Belanda kemudian menyuruh Sulaiman Aljufri untuk membujuk tokoh-tokoh kaum Padri supaya mau diajak melakukan perdamaian.

Sulaiman Aljufri kemudian menemui tokoh besar kaum Padri yakni Tuanku Imam Bonjol untuk membujuknya agar mau melakukan perdamaian dengan Belanda. Usaha yang dilakukan saudagar Arab tersebut ditolak oleh Tuanku Imam Bonjol. Ia kemudian menemui tokoh lain bernama Tuanku Lintau. Pada usaha yang kedua ini, akhirnya ajakan damai tersebut diterima oleh kaum Padri.

Perjanjian Padang akhirnya dapat dilakukan pada tanggal 15 November 1825 dan penandatanganan perjanjian dilakukan oleh kedua pihak, baik kaum Padri maupun pihak Belanda. Isi perjanjian Padang memuat 4 poin penting. Berikut ini penjelasannya..

4 Isi Perjanjian Padang, antara lain :
  1. Kedua belah pihak tidak akan saling menyerang (baik kaum Padri maupun pihak Belanda).
  2. Belanda secara bertahap melarang praktek adu ayam (sabung ayam).
  3. Belanda mengakui kekuasaan pemimpin kaum Padri di Batusangkar, Padang Guguk Sigandang, Saruso, Bukittinggi dan Adam. Belanda juga menjamin pelaksanaan sistem agama di daerah tersebut.
  4. Kedua pihak (kaum Padri dan Belanda) akan melindungi pada pedagang dan orang-orang yang sedang melakukan perjalanan.
Itulah penjelasan mengenai Isi Perjanjian Padang Tahun 1825 beserta pengertian dan latar belakangnya. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua. Jangan lupa like dan share serta baca artikel terkait dengan perjanjian besar yang pernah terjadi di Indonesia berikut ini. Terimakasih'

Baca Juga :

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Isi Perjanjian Padang Tahun 1825 Beserta Latar Belakangnya

0 Boleh Komentar asal tidak Spam.:

Post a Comment