"Jas Merah" Jangan sekali-kali melupakan sejarah !

Friday, June 23, 2017

Sejarah Organisasi Sarekat Islam (SI) Lengkap

Organisasi Sarekat Islam (SI) merupakan salah satu organisasi yang berdiri pada masa Pergerakan Nasional di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh H. Samanhudi dengan nama awal yakni Sarekat Dagang Islam dan selanjutnya berganti nama menjadi Sarekat Islam. Organisasi ini pada awalnya merupakan perkumpulan para pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing yang bertujuan menguasai ekonomi rakyat  pada saat Penjajahan Belanda di Indonesia. 

Latar Belakang berdirinya Sarekat Islam (SI) adalah karena persaingan dagang yang sangat merugikan para pedagang pribumi. Persaingan perdagangan terjadi antara penduduk pribumi (islam) dengan pedagang-pedagang asing Tionghoa. Dari persaingan tersebut, para pedagang Tionghoa lebih berhasil atau lebih maju dari pada pedagang pribumi. Akhirnya pedagang Tionghoa memiliki status dan hak yang lebih tinggi dari pada pedagang pribumi. Hal tersebut kemudian dibiarkan saja, seolah dibuat-buat oleh Pemerintah Hindia Belanda, kesadaran para pedagang mulai bangkit dan membentuk sebuah organisasi yang bernama Sarekat Dagang Islam.

Sejarah Organisasi Sarekat Islam (SI) Lengkap
Sejarah Organisasi Sarekat Islam

Perkembangan Organisasi Sarekat Islam 

Organisasi Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi ekonomi dengan dasar agama Islam dan penggeraknya adalah perekonomian rakyat. Organisasi ini kemudian berkembang pesat dan menjadi organisasi atau perkumpulan yang berpengaruh. Pada tahun 1912, nama Sarekat Dagang Islam diganti dengan nama Sarekat Islam (SI) oleh H.O.S. Tjokroaminoto (pemimpin baru SI). Perubahan nama dilakukan agar organisasi ini bisa bergerak pada bidang politik dan tidak hanya pada bidang ekonomi. Berikut ini beberapa tujuan yang ingin dicapai.
  • Membantu para anggota yang sedang mengalami kesulitan pada usahanya.
  • Mengembangkan jiwa dagang
  • Usaha mempercepat naiknya derajat rakyat dan memajukan pengajaran.
  • Berusaha memperbaiki pendapat yang keliru mengenai agama Islam.
  • Hidup menurut perintah dari agama.
Keanggotaan Sarekat Islam bersifat terbuka untuk semua lapisan dan tidak hanya masyarakat yang berasal dari Pulau Jawa dan Madura. Organisasi ini sempat ditolak saat mengajukan badan hukum terhadap pemerintah Hindia Belanda, penolakan disebabkan karena jumlah anggota yang banyak dan kemudian menimbulkan kekhawatiran. Kemudian pada bulan maret 1916 Sarekat Islam diberi pengakuan sebagai Badan Hukum setelah pemerintah Hindia Belanda memperbolehkan berdirinya partai politik. Pada saat yang sama kemudian bermunculan partai-partai politik baru dan Sarekat Islam akhirnya berubah menjadi Partai Politik.

Kongres Awal Sarekat Islam (SI)

Kongres pertama berlangsung pada bulan Januari 1913 di Surabaya, Jawa Timur. Hasil kongres ini meliputi :
  • Sarekat Islam (SI) bukan merupakan organisasi politik.
  • Tujuan organisasi untuk meningkatkan perdagangan dalam masyarakat di Indonesia.
  • Mengembangkan kehidupan keagamaannya.
  • Bersedia membantu anggota yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Kongres kedua berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah. Pada kongres ini ditekankan bahwa Sarekat Islam (SI) terbuka terhadap rakyat biasa. Kongres ketiga berlangsung di Bandung, Jawa Timur pada tanggal 17 sampai 24 Juni 1916. Pada kongres ini Sarekat Islam sudah mulai membahas tentang politik yakni mengenai penyatuan rakyat Indonesia dalam suatu bangsa yang merdeka. 

Masuknya Pengaruh Komunisme di Sarekat Islam

Setelah Sarekat Islam berkembang pesat, kemudian mulai disusupi faham sosialisme revolusioner. Paham ini disebarkan oleh pendiri ISDV yaitu H.J.V.M Sneevliet pada tahun 1914. Mereka berhasil masuk ke dalam tubuh Sarekat Islam dan memiliki tujuan sama yakni menentang kapitalisme dan membela rakyat kecil tetapi dengan cara yang berbeda. Tokoh-tokoh yang berhasil terkena faham ini meliputi Darsono, Semaoen, Alimin P. dan Tan Malaka. Pada kondisi yang seperti ini, Sarekat Islam kemudian terpecah menjadi dua yakni "si putih" dipimpin oleh Tjokroaminoto dan "si merah" (berlandas sosial-komunis) dipimpin oleh Semaoen. Berikut ini beberapa faktor yang memudahkan faham ini masuk ke dalam SI :
  • Pada saat itu, anggota Sarekat Islam boleh memiliki keanggotaan multipartai.
  • SI pusat sebagai koordinator memiliki kekuasaan yang lemah, kemudian membuat pemimpin cabang memiliki pengaruh yang kuat.
  • Hasil panen padi yang jelek akibat perang dunia I mengakibatkan harga barang naik dan menurunnya upah karyawan perkebunan sehingga rakyat mudah dipengaruhi.
  • Akibat wabah pes di semarang dan kemiskinan yang semakin meluas setelah berlakunya sistem liberal (politik pintu terbuka) yang dilaksanakan pemerintah kolonial.

Demikian pembahasan mengenai Sejarah Organisasi Sarekat Islam secara singkat dan jelas. Apabila artikel ini bermanfaat bagi pembaca, jangan lupa like dan share agar teman-teman yang lain dapat juga membacanya. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah Organisasi Sarekat Islam (SI) Lengkap