Sejarah Perang Salib Lengkap : Latar Belakang, Periode dan Dampaknya

Sejarah Perang Salib merupakan perang terbesar yang berlangsung sekitar abad pertengahan, perang inimenjadi ciri abad tersebut. Perang ini terjadi pada tahun 1092-1291 Masehi, dinamakan sebagai Perang Salib yaitu dikarenakan pasukan Kristen menggunakan simbol salib sebagai tanda pasukannya dan merupakan tanda perang suci. Dari segi bahasa, "Perang Salib" merupakan dari bahasa Arab, barkah, yang berarti suatu gerakan atau barisan dan salibiyah yang berarti kayu palang, tanda silang (2 batang kayu saling bersilang sebagai tanda salib). Dengan demikian, Perang salib adalah suatu gerakan (dalam bentuk barisan) dengan memakai salib untuk menghancurkan umat islam.

Sedangkan dalam Ensiklopedia Islam, digambarkan lebih jelas lagi. Menurut Buku tersebut, Perang Salib merupakan sebuah gerakan serangan kelompok kristen yang berada di Eropa terhadap kelompok Islam di daerah Palestina. Serangan dilakukan secara berulang, dimulai pada abad ke XI sampai XIII Masehi. Serangan yang dilakukan kaum krisen ini dimaksudkan untuk menguasai Baitul Maqdis dari tangan Islam. Tujuan lain perang salib adalah untuk menyebarkan agama, mendirikan kerajaan dan mendirikan gereja di wilayah timur. Perang ini dinamakan "Perang Salib" yaitu karena para prajurit dari kelompok kristen mengenakan tanda salib. Tanda salib mereka buat di dada bagian kanan, ini merupakan sebagai bukti cita-cita mereka yang suci.

Meskipun demikian, terjadinya perang ini berbanding terbalik dengan pembangunan yang begutu pesat di eropa barat tepat pada masa Abad Pertengahan dan berawal dari kebencian orang-orang kristen kepada umat Islam. Kemudian perkembangannya, umat Islam mengalami masa gemilang yang hebat, hal ini dapat dilihat dari kaum Islam berhasil menguasai daerah yang cukup strategis. Maka, keinginan untuk membalas dendam yang tersulut dalam dada mereka dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali menguasai kembali darah yang dikuasai Islam.

Kaum kristen menunggu kesempatan untuk membalas perbuatan yang dilakukan pada kaum Islam yang telah menguasai kerajaan Kristen. Kemudian setelah Islam melemah merupakan kesempatan bagi kaum kristen untuk membalaskan dendam dengan melakukan serangan dan berusaha menghancurkan kerajaan Islam dengan berbagai cara.

Sejarah Perang Salib Lengkap : Latar Belakang, Periode dan Dampaknya
Sejarah Perang Salib
Beberapa penyulut peperangan yang sudah dijelaskan diatas, kemudian menjadi permusuhan yang berkelanjutan, kemudian muncul nama Perang Salib yang merupakan perang antar agama berlangsung selama hampir 2 abad, perang ini menjadi tanda bereaksinya umat Kristen yang ada di Eropa dengan kelompok umat Islam Asia yang dianggap sebagai penjajahan kekuasaan. Benih permusuhan antara keduanya telah ada jauh sebelum perang tersebut terjadi. Sejak tahun 632 Perang Salib terjadi karena kelompok Islam menguasai kota penting kaum kristen..

Latar Belakang Perang Salib

Penyebab utama Perang Salib dapat dibedakan menjadi tiga faktor, yaitu faktor politik, agama dan ekonomi. Berikut ini penjelasannya secara singkat.

A. Faktor Agama Terjadinya Perang Salib

Skitar Abad Pertengahan, gereja mempunyai peran dan pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat di Eropa. Pihak gereja menyatakan bahwa barang siapa yang melanggar aturan yang ditetapkan oleh gereja, maka akan mendapat hukuman. Padahal masyarakat pada saat itu banyak berbuat kesalahan dan melanggar aturan Gereja. Sehingga untuk menyucikan diri dan bertaubat dari kesalahan tersebut, gereja mensyaratkan untuk banyak berbuat baik dan berbakti  menurut ajaran agama (Kristen), salah satunya dengan berziarah ke Baitul Maqdis di Jerusalem. Mereka yakin bahwa berziarah ke tanah suci saja mendapat pahala yang besar dan dapat menebus dosa, apalagi jika berusaha melepaskan dan memerdekakan Jerusalem dari kekuasaan Islam, pasti pahalanya jauh lebih besar.

B. Faktor Politik Terjadinya Perang Salib

Saat itu, pengaruh dan kekuasaan Paus sangat besar terhadap raja-raja yang ada di bawah kekuasaan nya. Selain itu, Paus juga mempunyai cita-cita untuk menguasai dunia timur dengan rencana mendirikan kerajaan Latin. Inilah faktor politik yang menyebabkan terjadinya Perang Salib.

C. Faktor Ekonomi Terjadinya Perang Salib

Faktor ekonomi yang menyebabkan pecahnya perang salib adalah karena para pedagang dari kota Pisa, Genoa dan Venezuela berusaha untuk menguasai perdagangan di wilayah selatan dan pantai timur laut tengah. Hal ini dilakukan untuk meluaskan daerah perdagangan mereka. Dengan dalih membebaskan Baitul maqdis, ia terus membujuk peserta kongres, sehingga mereka pun mendukung pelaksanaan Perang Salib tersebut.

Periode Perang Salib

Perang Salib berlangsung selama dua abad dan menjadi perang terpanjang abad ini. Bahkan saking lamanya, banyak sejarawan yang kebingungan dalam membagi periode perang agama ini. Dalam pembahasan mengenai periode Perang Salib, Sumber Sejarah akan menjelaskan 3 Periode perang tersebut. Berikut ini penjelasannya :

1. Periode Pertama Perang Salib : Periode Penaklukan (1096-1144)
  • Jalinan Kerjasama antara Kaisar Alexius dan Paus Urbanus II berhasil membangkitkan semangat Umat Kristen. Pada periode pertama ini, Perang Salib dipimpin oleh God Frey of Bouillon, gerakan ini merupakan ekspedisi militer yang terorganisasi rapi. Mereka berhasil menduduki kota suci Palestina pada tanggal 7 Juni 1099. Pasukan dalam perang salib ini melakukan pembantaian besar-besaran selama kurang lebih satu minggu terhadap Islam. Disamping itu, mereka juga membumihanguskan bangunan-bangunan umat Islam.
  • Sebelum memasuki Baitul Maqdis terlebih merebut Anatoli Selatan dan daerah disekitarnya. Kemenangan Pasukan Salib dalam periode ini telah mengubah peta dunia Islam dan situasi di kawasan itu. Dari kemenangan tersebut, maka berdirilah kerajaan-kerajaan baru yakni Kerajaan Baitul Maqdis dan Kerajaan Tripoli. Itulah sedikit rangkuman dari periode pertama Perang Salib.
2. Periode Kedua Perang Salib Tahun 1144 sampai 1192
  • Jatuhnya beberapa wilayah kekuasaan Islam kepada kaum salib pada saat Perang Salib periode pertama tersebut mengakibatkan kesadaran kaum muslimin untuk menghimpun kekuatan guna menghadapi mereka. Kaum muslimin maju membendung serangan kaum salib. Bahkan mereka berhasil merebut kota Aleppo dan Edessa pada tahun 1144.
  • Keberhasilan kaum muslimin dalam merebut kembali beberapa kota Islam yang telah diduduki oleh kaum salib dalam Perang Salib periode pertama setelah munculnya perjuangan Islam yang bernama Salahuddin Yusuf al Ayyubi. Salahuddin berhasil membebaskan Baitul Maqdis di Mesir tepat pada 2 Oktober 1187. Hal inilah yang kembali membuat bangkitnya semangat kaum Salib untuk melakukan ekspedisi militer dengan pasukan kuat di bawah pimpinan Raja-raja Eropa. Sehingga terjadi perang yang begitu dahsyat antara pasukan Saladin dengan pasukan ekspedisi dari masing-masing raja Eropa tersebut.
  • Namun akhirnya pasukan Kristen tidak dapat menghadapi pasukan Islam, sehingga akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perjanjian dan gencatan senjata. Hasil dari perjanjian yaitu daerah pedalaman menjadi wilayah kelompok Islam dan kelompok kristen akan berziarah ke Baitul Maqdis akan dijamin keamanannya. Sementara itu, darah yang berada di pesisir menjadi wilayah yang dikuasai tentara salib.
3. Periode Ketiga Perang Salib: Periode Kehancuran Kaum Salib
  • Pada periode ke tiga Perang Salib ini dapat terjadi karena di semangati oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan jabatan, serta bersifat material daripada motivasi agama. Tujuan Perang Salib untuk membebaskan Baitul Maqdis seolah-olah mereka lupakan. Hal ini dapat terlihat ketika pasukan salib yang mereka persiapkan untuk menyerang Mesir (1202-1204) ternyata membelokkan tujuannya ke Konstantinopel. Kota ini berhasil direbut dan diduduki oleh Baldawin yang kemudian dinobatkan sebagai raja Roma.
  • Namun, walaupun begitu, Baitul Maqdis tidak pernah bisa direbut oleh tentara Salib, sampai wafatnya Salahuddin Yuzuf al-Ayyubi. Perang Salib berhenti dengan adanya beberapa perjanjian damai. Meskipun demikian, Perang Salib berikutnya selalu dikobarkan walaupun dalam sekala kecil.

Dampak Perang Salib 

Dampak terjadinya Perang Salib terhadap Islam mencakup beberapa bidang kehidupan. Berdasarkan referensi yang diperoleh, penulis menyimpulkan beberapa dampak perang salib meliputi bidang ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, militer dan pertanian. Secara garis besar, perang ini sangat berdampak negatif pada bidang ekonomi. Untuk lebih jelas, berikut ini penjelasannya.
  • Ekonomi : Perang Salib sangat merugikan bagi negara Islam, hal ini dikarenakan perang ini terjadi di daerah kekuasaan Islam sehingga menguras habis perekonomian untuk tujuan perang.
  • Politik : Akibat terjadinya perang ini membuat melemahnya politik umat Islam. Menjadi terpecah-pecah dan banyak dinasti kecil yang memisahkan diri kemudian merdeka.
  • Ilmu Pengetahuan : Akibat perang ini, ilmu astronomi berkembang pesat khususnya di negara-negara barat. Ilmu ini sebenarnya telah dipelajari oleh umat Islam sekitar abad ke 9.
  • Militer : Dampak perang salib bidang militer membuat bangsa barat mengembangkan persenjataan dan strategi untuk berperang. Contohnya penggunaan bahan peledak, penggunaan kuda.
  • Pertanian : Dampak dalam bidang pertanian yakni ditemukannya sistem irigasi, tanaman buah/tumbuh-tumbuhan dan ditemukannya gula.
Demikian pembahasan mengenai sejarah Perang Salib yang begitu lengkap, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa share dan baca artikel lainnya. Terimakasih

Sumber : Perang-perang Paling Fenomenal, 2012. Agus N Cahyo

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah Perang Salib Lengkap : Latar Belakang, Periode dan Dampaknya