Kumpulan informasi menganai sejarah dan tempat wisata di Indonesia maupun Dunia.

Isi Perjanjian Linggarjati Beserta Latarbelakang dan Dampaknya

Isi Perjanjian Linggarjati - Perjanjian ini mungkin tidak terdengar asing bagi kita, karena merupakan sebuah perjanjian penting yang antara Indonesia dengan Belanda setelah kemerdekaan berlangsung. Perjanjian Linggarjati merupakan langkah diplomatik yang harus terpaksa dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar Belanda mengakui kemerdekaan yang sudah berlangsung pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pihak yang menjadi penengah saat Perjanjian Linggarjati adalah Inggris, semntara itu beberapa tokoh yang terlibat dalam perjanjian ini yaitu dari pihak RI yaitu Mr Susanto Tirtoprojo, Dr AK Gani, M Roem dan Sutan Syahrir. Dari pihak Inggris sebagai penengah yaitu Lord Killearn. Kemudian tokoh Perjanjian Linggarjati dari pihak pemerintah Belanda meliputi De Boer, Schermerhorn dan Van Pool.

Latarbelakang terjadinya Perjanjian Linggarjati adalah masuknya AFNEI (Allign Forces Nederlands East Indies) yang membonceng NICA ke Republik Indonesia karena saat itu berstatus bebas dari penjajahan (status quo). Hal inilah yang kemudian memunculkan terjadinya ketegangan antara Belanda dan Republik Indonesia, salah satu contoh peristiwa yang pecah adalah pertempuran 10 November.

Isi Perjanjian Linggarjati Beserta Latarbelakang dan Dampaknya
Poster Perjanjian Linggarjati
Pemerintah Inggris merupakan pihak yang bertanggungjawab atas konflik yang terjadi di wilayah Asia. Sebab itu, pemerintah Inggris melalui Sir A. C. Kerr mengundang Belanda dan Republik Indonesia untuk melakukan perundingan, tetapi perundingan gagal karena pihak Indonesia meminta agar Belanda untuk mengakui kedaulatan atas Madura, Sumatra dan Jawa, tetapi Belanda hanya ingin mengakui kedaulatan Republik Indonesia atas Madura dan Jawa sajaItulah beberapa penyebab dilakukannya Perjanjian Linggarjati.

Selanjutnya, untuk menyelesaikan masalah Republik Indonesia dengan Belanda pihak Inggris mengirim Lord Killearn pada akhir bulan Agustus tahun 1946. Kemudian perjanjian linggarjati dapat terlaksana pada tanggal 7 Oktober 1946 di Jakarta dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan untuk gencatan senjata di tanggal 14 oktober 1946, kemudian mengambil jalan untuk semua masalah tersebut melalui Perjanjian Linggarjati yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 1946.

Baca juga : Sejarah dan Isi Perjanjian Roem Royen
Perjanjian linggarjati mencapai kesepakatan yang hasilnya terdiri dari 17 Pasar, berikut Isi Perjanjian Linggarjati antara lain :
  • Belanda mengakui Republik Indonesia secara nyata (de facto) atas Sumatera, Jawa dan Madura.
  • Dibentuk Uni dari kedua negara dengan dikepalai oleh Ratu Belanda.
  • Pemerintah Belanda dan Republik Indonesia sepakat mengurangi jumlah pasukan tentara.
  • Pembentukan negara federal yakni bernama RIS atau Republik Indonesia Serikat.
  • Sebelum tanggal 1 Januari 1949 sudah harus dibentuk RIS dan juga Uni Indonesia Belanda.
  • Pemerintah Republik Indonesia akan mengakui dan memulihkan serta melindungi hak asing  

Pengesahan Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati yang dilangsungkan ternyata menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat, sebagai contoh beberapa organisasi partai di Indonesia seperti PNI, Masyumi, PRI dan PRJ (partai rakyat jelata). Beberapa partai tersebut menilai bahwa perjanjian linggarjati tersebut menunjukan bahwa pemerintah Republik Indonesia saat itu begitu lemah untuk mempertahankan kemerdekaan. Kemudian pemerintah mengeluarkan Perpres Nomor 6 tahun 1946, peraturan presiden ini dibuat untuk mendukung berlangsungnya perjanjian linggarjati. Kemudian pada 25 Februari 1947 pihak KNIP secara resmi mengesahkan dan menandatangani perjanjian linggarjati.

Pelaksanaan hasil Perjanjian Linggarjati tidak berjalan lancar, hal ini dikarenakan pihak Belanda merasa tidak terikat dengan perjanjian. Pemerintah Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Mook tanggal 20 Juli 1947 menyatakan tidak keterkaitannya dan kemudian pada 21 Juli Belanda melakukan serangan terhadap Republik Indonesia. Serangan tersebut terkenal dengan nama Agresi Militer Belanda 1. Serangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan penafsiran dari pihak Belanda dan Republik Indonesia.

  • Dampak Positif : Dampak positif dari Perjanjian Linggarjati adalah adanya pengakuan secara De Facto atas Republik Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatera.
  • Dampak Negatif : Dampak negatif dari Perjanjian Linggarjati adalah ialah bahwa wilayah Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang seluas Hindia Belanda dulu tidak tercapai. Karena yang diakui hanya sebagian saja.
Demikian pembahasan mengenai Latarbelakang, Dampak dan Isi Perjanjian Linggarjati, semoga bermanfaat bagi pembaca. Baca juga artikel menarik lainnya. Kurang lebihnya mohon maaf. Sekian, terimakasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Isi Perjanjian Linggarjati Beserta Latarbelakang dan Dampaknya